Wednesday, November 19, 2008

Investasi Kesehatan Tubuh

Sebagai manusia kita dikaruniai oleh Allah SWT kenikmatan-kenikmatan yang tidak ternilai, mulai dari kenikmatan yang paling kecil hingga yang paling besar, seperti kenikmatan yang abstrak seperti Iman, Islam dan Ikhlas. Sampai kenikmatan yang nyata seperti menghirup oksigen sampai melihat. Diantara kenikmatan yang diberikan ada kenikmatan yang harus di jaga yaitu kesehatan tubuh, kesehatan tubuh disini diartikan adalah mengenai fungsi-fungsi organ-organ dalam tubuh seperti, jantung, otot, hati, tulang, darah hingga organ pencernaan.
Kesehatan organ-organ tubuh tersebut haruslah dijaga fungsinya agar dimasa tua nanti kita tidak terkena penyakit yang kronis karena saat organ tubuh tersebut produktif kita enggan untuk menjaganya. Adanya penyakit diabetes, jantung, lever hingga stroke atau penyakit yang disebabkan karena efek dari organ tubuh yang mengalami disfungsi ketika kita tua nanti. Adanya penyakit adalah tidak lancarnya peredaran darah dengan baik yang mengalami perputaran dalam tubuh atau sekali lagi ada disfungsi organ tubuh.
Tanpa kita sadari saat muda kita selalu menikmati kenikmatan dunia yang secara langsung dinikmati oleh tubuh kita, seperti pola makan yang tidak terkontrol, jarang berolahraga untuk menggerakan otot, sendi tubuh sehingga tubuh tersebut tidak terlatih. Dan yang paling penting karena asiknya menikmati pekerjaan atau aktifitas keseharian kita lupa berinvestasi untuk kognitif kita dan emosi kita yang dapat dilakukan dengan membaca dan latihan aspek spiritual.
Saat muda sebagian manusia lupa untuk berfikir apa yang akan dilakukan dimasa depan semoga tulisan ini dapat menggugah agar kita sebagai manusia mau untuk merancang masa depan kita dari aspek badania, fikriah hingga emosional agar kecerdasan dari ketiga aspek tersebut dapat bertahan sesuai dengan fungsi dimasanya nanti. Semoga Bermanfaat!

Sunday, November 16, 2008

Menikmati Pekerjaan Dengan Keikhlasan

Pekerjaan adalah ibadah, kata-kata tersebut adalah kata yang dapat memicu seseorang untuk bekerja secara baik dan benar. Seperti kata Allah dalam Al-Quran, (Al-Dzariat : 56) “...tidak Ku ciptakan Jin dan Manusia hanya untuk beribadah kepada Ku”. Dalam pencipataan manusia kita di tegaskan oleh Allah SWT hanya untuk beribadah kepadanya. Artinya, segala aktivitas yang dilakukan hanya untuk mencari ridho-Nya. Sebagai mahkluk kasar kita haruslah menyadari kita berawal dari Allah tentu juga akan kembali kepada-Nya.
Ayat di atas merupakan penguatan pada umat manusia agar memahami arti hidup seutuhnya yang diberikan oleh Allah. Sebagai manusia kita diberikan kemampuan-kemampuan untuk digunakan dalam proses kehidupan dari hal-hal yang kecil hingga hal besar seperti : makan, minum, mandi, bernafas, berjalan, berlari, berfikir, komunikasi hingga aktivitas yang membutuhkan kinerja tinggi. Disadari atau tidak apa yang diberikan hanyalah titipan dan janji Allah semua itu akan diminta pertanggungjawabnya.
Umur hidup manusia hanya terdiri dari dua elemen yaitu Umur Biologis dan Umur Efektif. Umur biologis adalah usia badan/jasmani kita selama hidup, untuk apa jasad ini digunakan dan bagaimana digunakanya sehingga akan berpengaruh kepada umur efektif, yaitu umur dimana manusia tersebut berbuat sesuatu yang bisa mempengaruhi oleh orang lain. Seperti seorang ayah yang mengajarkan berdoa kepada anaknya untuk selalu berdoa keselamatan dunia dan akhirat, doa mendoakan orang tua sehingga anak tersebut hafal dan mengamalkanya setiap hari setiap selesai sholat dan kebiasaan tersebut di kitu oleh keturunannya secara terus-menerus inilah umur efektif atau dalam kasus lain adalah seperti seorang penemu Thomas Alfa Edison yang menemukan lampu elektrik, usianya mungkin hanya 50 tahun tetapi sudah hamper 200 th ilmunya masih digunakan.
Cerita di atas saya mengharapkan dapat mengilhami manusia untuk bekerja lebih ilklas apapun pekerjaanya dimana pun, baik sebagai penjaga keamanan sampai seorang pejabat Negara dan luruskan niata untuk berkerja karena Allah. Karena saya yakin dengan lurus dan Ihklasya niat dalam hidup akan berimplikasi kepada pekerjaan yang diamanahkan. Sehingga rasa lelah dan jenuh akan terhindar. Semoga bermanfaat.

Membangun Personal Mastery

Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat saat ini membutuhkan sumber daya yang berkualitas. Yang dapat mendukung proses pembangunan menuju bangsa yang maju. Kemajuan dalam iptek adalah cirri berkembangnya suatu bangsa dalam menciptakan masyarakat madani. Bangsa yang sehat dan kuat adalah bangsa yang menciptakan kondisi belajar kearah perubahan yang lebih baik. Dimana para pemudanya mau dan mampu bersaing secara global dan berdedikasi terhadap kebutuhan lokal. Pemuda-pemuda ini adalah harapan bangsa yang suatu saat nanti akan memimpin bangsa ini menuju perubahan-perubahan yang lebih baik. Kondisi saat ini dengan bergejolaknya iklim demokrasi disetiap daerah diharapkan para kepala daerah tidak hanya memikirkan masalah kekuasaan semata tetapi juga berpikir untuk membangun pemudanya dengan pendidikan guna mempersiapkan mereka menjadi pemimpin di daerahnya.
Dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang dinginkan sesuai dengan kebutuhan bangsa ini. Kita harus menciptakan SDM yang memiliki kompetensi yang dapat digunakan untuk berkontribusi terhadap perkembangan iptek. Dengan baiknya tingkat kompetensi yang dimiliki pemuda diharapkan kemajuan bangsa akan terus bergulir dengan pesatnya persaingan global. Tetapi saat ini harapan untuk memiliki pemuda yang berkompetensi sesuai dengan kebutuhan global sedang mengalami kemunduran, karena ada anggapan untuk menciptakan sdm yang berkualitas perlu perubahan dari para pemimpin saat ini. Untuk itu, perubahan yang dilakukan harus terarah dan diikuti oleh system dibawahnya. Dan saya meyakini untuk merubah system itu perlu perjuangan besar dan berat.
Dalam menuju perubahan ini yang bisa kita lakukan hanyalah menciptakan sdm yang berkompetensi yang mau untuk berkontribusi dalam proses percepatan anak bangsa dan masyarakat madani.
Kompetensi mengandung arti keahlian yang dimiliki individu dari proses pembelajaran sepanjang hayat yang terbangun dari proses pembelajaran seumur hidup dan diaplikasikan dalam kebutuhan-kebutuhan organisasi atau bangsa. Kompetensi ini tidak akan hilang meskipun individu yang memilikinya sudah tua, artinya dalam proses kedewasaan yang dimiliki oleh individu yang mengembangkan kompetensinya sudah matang. Tetapi saat ini kondisi bangsa kita sedang mengalami degradasi motivasi yaitu tidak percaya dirinya anak bangsa dengan kompetensi yang dimiliki sehingg terjadi hambatan dalam proses pembangunan masyarakat madani.
Kondisi ini terjadi karena persaingan dan rutinitas pembangunan yang menyingkirkan sdm yang berkompeten dengan kaum tua, yang memiliki uang dan yang tidak, simiskin dan sikaya. Sehingga kompetisi sehat tidak terjadi. Hal inilah yang membuat anak bangsa tidak pecaya dengan dirinya. Sunggu miris bangsa ini apabila kondisi seperti ini tetap dibiarkan berjalan dengan tidak ada konsep perubahan. Untuk itu sebagai kaum yang lebih dahulu hadir di Negara ini perlu memberikan arahan kembali (Redirection) kepada anak bangsa ini. Yaitu dengan mengenalkan konsep Personal Mastery yang artinya penguasaan diri terhadap kompetensi yang dimilikinya dan mempelajari hal-hal diluar dirinya sehingga keseimbangan antara kompetensi personal dan kompetensi masyarakat dapat terintegrasi menajadi kesatuan yang saling mendukung.
Personal Mastery adalah kata yang mengandung banyak arti luas, tetapi maksudnya adalah mengembalikan rasa percaya diri kepada kaum muda untuk mau merubah diri kearah lebih baik dan tidak mau terpengaruh kepada kondisi saat ini. Personal Mastery terbangun dari tiga pilar yang menjadi bangunannya yaitu, Kompetensi, Pembelajar dan Kecerdasan. Tiga komponen ini seberanya juga ditopang oleh pilar-pilar di bawahnya yaitu. Kompetensi (Pribadi, Keilmuan, Keluarga, Lingkungn), Pembelajar (Disiplin, mau, mampu, kontribusi, insight) dan Kecerdasan (Spiritual, Emosianal, Intelektual). Apabila pemuda sudah memami peran dan fungsi dirinya dimasyarakat mereka akan mempengaruhi keluarganya, masyarakat dan bahkan dalam pembangunan bangsa ini.
Maka dari itu, untuk saat ini kita sebagai bangsa yang ingin maju menuju perubahan perlu kiranya kita berkontribusi pada proses percepatan anak bangsa dengan membuat program-program pembinaan serta pengembangan yang terarah kepada kaum muda sehingga penguasaan diri yang mendukung tingginya tingkat kompetensi dapat digunakan untuk menutup lubang-lubang kasar yang ada pada bangsa ini.

Thursday, October 30, 2008

Antara berteori dan tindakan.

Dalam proses terjadinya suatu gejala dan fenomena alam tentu akan ada proses yang dapat diobservasi dan dapat disimpulkan setiap gejala yang mempengaruhinya. Gejala-gejala tadi dapat dibuktikan secara ilmiah, analisis, terukur dan dapat dibuktikan kebenarannya (prinsip filsafat), sehingga setiap susunan/kerangka dapat didefinisifkan dalam sebuah tulisan yangdapat dipahami oleh pembacanya.

Proses panjang terbentuknya teori tidak sekedar dibuat oleh orang yang secara tiba-tiba menyimpulkan sesuatu fenomena alam. Perlu dasar yang kuat dari seseorang yang terintegrasi dalam dirinya berdasarkan kompetensinya dan pengalaman yang didapatkan serta diakui oleh masyarakat, ini yang disebut dengan expertis. Menjadi expert akan lebih mudah apabila kita mau berjibaku dengan apa yang ingin kita pelajari. Penyimpulan teori dari seorang expert akan lebih diakui oleh masyarakat karena kesimpulan akan memberi dampak terhadap ilmu pengetahun.

Teori yang diciptakan oleh seseorang merupkan dasar yang dapat digunakan oleh orang lain dalam beraktifitas. Teori-teori tersebut akan nyata hasilnya apabila kita sudah melakukan dan menjalankannya berdasarkan teori dan tahapan yang diberikan dan tentu perlu ada modifikasi dengan konteks kebutuhan dimasa sekarang, karena ada teori yang baku dan ada teori yang perlu diluruskan. Contoh ; teori motivasi Abraham Maslom “ Needs Hierarchy” merupakan teori baku dan setiap manusia mengakuinya maka apabila kita menjadi seorang pendidik dari tingkat dasar maupun tinggi perlu memahaminya.

Sedangkan teori yang perlu dimodifikasi. Contoh; teori ekonomi Adam Smith, teori ini perlu dimodifikasi karena konteks perkembangan global mempengaruhinya.

Dari contoh di atas dapat diketahui bahwa teori sangat diperlukan untuk beraktifitas agar hasil yang ingin dicapai dapat sesuai dengan target.

Seseorang yang memahami secara detail belum tentu dapat mengaplikasikannya dalam konteks realita, artinya ada orang yang memahami dan menghafal sebuah teori tetapi tidak bisa menggunakan ilmunya guna perkembangan dan peningkatan ilmu pengetahuan. Maka dari itu dalam dunia nyata teori tidak cukup bagi seseorang ilmuwan tetapi harus juga bisa mengimplementasikan teori tersebut. Sehingga antara teori dan modifikasi dilapangan dapat terasa hasilnya. Manusia yang bisa menyelasaraskan antara analisis teori dan praktek teori merupakan manusia yang mempunyai daya nilai tinggi.

Tulisan ini bertujuan untuk memotivasi diri saya sendiri untuk lebih banyak membaca dan berani mengimplementasikan apa yang telah saya baca, karena efek memahami sebuah teori akan sangat berharga terhadap ilmu pengetahuan dan saya berusaha untuk beraktifitas berdasarken teori yang saya pahami. Unuk anada para pekerja, pendidik atau pemimpin sebaiknya mampu berteori dulu sehingga akan mempengaruhi setiap keputusan yang kita ambil dan dalam beraktifitas. Semoga bermanfaat.

Monday, October 20, 2008

Konsisten dan Kesinambungan dalam Visi

Visi adalah tujuan hidup manusia yang dibuat sebagai acuan dalam menjalankan hidup. visi tersebut tercipta dari faktor internal dan eksternal, dari faktor internal sendiri adalah berupa cita-cita hidup, keinginan di masa depan, mimpi dan segala sesuatu yang berkaitan kearah perubahan yang lebih baik dimasa depan. dan faktor eksternal adalah pengaruh dari pola binaan dari luar misal keinginan orang tua terhadap anaknya untuk menjadi dokter, keinginan kelompok dalam membangun organisasi modern, artinya teciptanya visi dapat dipengaruhi kedua faktor tersebut.
Sebuah visi yang baik adalah visi yang lahir dari daya imajinasi dengan mengukur kemampuan diri yang di interprestasikan menjadi sebuah mimpi (dreams) yang ingin dikejar dan untukmewujudkan mimpi tersebut menjadi kenyataan (reality) dengan terlebih dahulu mengurutkan visi jangka pendek dan jangka penjang, visi besar dan visi kecil. kesemua visi tersebut harus dibuat daftar prioritasnya agar kita dapat membuatnya menjadi misi. pilosofinya adalah "Make Vision Become Mission and Make Dream Become Reality" hal di atas sangat mudah untuk di gambarkan tetapi sangat sulit untuk di laksanakan. untuk itulah dalam melaksanakan rencana ini perlu dibuat visi yang baik atau mimpi yang banyak sehingga apabial satu mimpi collaps maka mimpi-mimpi lain dapat kita kerja dan efeknya adalah kita tetap konsisten dalam mengaktualisasikan visi kita. sebagai contoh visi yang baik dan universal adalah:
Seorang mahasiswa ketika lulus ingin mempunyai visi dengan disiplin ilmu yang dimlikinya adalah " MEMBERIKAN KONTRIBUSI DALAM MEMBANGUN BANGSA" secara terminilogi kata di atas sebenarnya sederhana tetapi sangat universal. bisa dibayangkan apabila mahasiswa tersebut gagal dalam mencari kerja saya yakin dengan visi tersebut dia akan tetap konsisten untuk menjalankan misi yang lain, maka dari itu seorang pembelajar perlu membuat dan mencatat banyak mimpi untuk mengaktualisasikan visinya"
Faktor lain dalam mengimplementasikan visi menjadi mimpi adalah berkesinambungan dalam menjalankan misi, jangan terjebak dari kegagalan yang terjadi pada kita. efek berkesinambungan ini pula yang bisa membuat seorang menjadi orang yang kaya hati. contoh orang yang berkesinambungan menjalankan visinya"
" Seorang ayah melakukan sholat tahadjud setiap hari sebanyak dua rakaat dan ia melakukanya secara rutin dan sabar dalam menjalakannnya dan hasilnya apa yang dicita-citakan terwujud dan ada ayah lain melakukan sholat tahadjud sebanyak 11 rakaat tetapi hanya satu kali dan tidak berkesinambungan dan efeknya orang tersebut tidak sabar dan bagaimana mungkin Allah SWT dapat mengabulkan doanya"
Kedua cerita di atas memang masih sangat umum tetapi saya berharap kita dapat menjalakan statement visi kita secara konsisten dan berkesinambungan agar cita-cita kita dimasa depan dapa terwujud.Amin

Friday, October 10, 2008

Kontribusi dalam Membangun Masyarakat Madani

Setiap kita dalam kehidupan ini pasti akan diberikan sebuah amanah dalam beraktivitas apapun bentuknya.sebagai manusia yang dikaruniai kelebihan-kelebihan dalam mengoptimalkan fungsi kognisi, afeksi maupun psikomotorik tentu berkewajiban dalam mengembangkannya. bagi mereka yang bekerja di kantor sebagai karyawan haruslah bekerja secara aktif untuk perkembangan organisasinya, bagi guru harus aktif dalam mengembangkan anak didiknya, bagi para penjaga keamanan dirumah atu di kantor harus juga menjaga apa yang harus dijaganya, bagi mereka yang menjadi petugas kebersihan pun harus menjalankan fungsinya dan bagi para mahasisma/pelajar juga harus terus dan terus belajar hingga dapat menjadi manusia pembelajar.
Apabila kesadaran untuk bekerja hanya untuk beribadah untuk mencari keridhoan Allah SWT dan keikhlasan diri saya yakin apapun yang dulakukan akan menciptakan sebuah amal unggulan yang dapat dibanggakan dikemudian hari.
karena pekerjaan yang kita dapatkan merupakan kepercayaan dari Allah SWT untuk dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan masyarakat masdani. artinya, sebagai manusia yan bekerja jangan hanya untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri tapi perlu juga dapat membantu apa yang ada disekitar kita. buat mereka yang menajidi pemimpin tenti sumbang pikiran terhadap lingkungan masyarakat perlu ditingkatkan sebagai pemikir misal, berperan dalam kegiatan RT/RW, bagi para pekerja membantu secara fisik misal, kerja bakti, membuat perlombaan kepada anak-anak di hari kemerdekaan itu pun merupakan kontribusi. dalam tulisan ini saya mengajak para pembaca untuk memberikan apapun yang kita punya untuk orang lain tetapi terukur sesuai kemampuan. karena apa yang ada di dunia saat ini hanyalah titipan yang akan kita pertanggungjawabkan nilainya di kemudian hari.seperti kata-kata dalam Al-Qur'an "Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan" semoga kata tersebut dapat memotivasi kita dalam beramal di masyarakat.

Tuesday, September 2, 2008

PESANTREN RAMADHAN YANG SEBENARNYA

Ramadhan tamu Allah SWT yang telah ditunggu-tunggu oleh mereka yang merindukannya telah datang. bulan ini secara hikmah banyak sekali keutamaannya dari mulai dibukanya pintu surga hingga ditutupnya pintu neraka. di mana dibulan ini setiap muslim merasakan manisnya IMAN karena iklim yang kondusif dari setiap lapisan masyarakat yang merasakan aura positif dari bulan ini. BUKAN BULAN BIASA kata itu sebenarnya yang patut diberikan pada bulan ini. karena ada PANITIA berkualitas yang menjadi EVENT ORGANIZERNYA bayangkan saja manusia hanya mampu membuat acara pesantren Ramadhan maksimal hanya 10 hari tetapi bayangkan saja ada kumpulan PANITIA yang mampu mengurusi dan mengubah IKLIM HATI manusia selama 1 bulan. dibulan ini hati-hati setiap muslim yang menjalankan ibdah puasa di perkecil rasa negatifnya seperti kata tokoh psikologi kita ada tiga bagian dari jiwa manusia yang bersatu menjadi sifat yaitu (Hati Nurani, Ego dan Superego) . ketiga elemen ini di perkecil fungsinya untuk menjadi negatif. hanya karena ada satu aktifitas yang dilakukan yaitu berpuasa. berdampak positif kepada fungsi hati tetapi juga secara knoewledge dan fisik sangat bermanfaat.
Layaknya suatu kepanitiaan di pesantren ramadhan selalu menyajikan materi-materi keislaman yang bertujuan untuk memperkuat pengetahuan untuk mereka yang berpuasa agar tetap meyakini bahwa Ramadhan bulan yang penuh dengan hikmah. tetapi ini berbeda, proses pembelajaran atau proses penyampaian materi yang diberikan oleh Allah SWT tidak diberikan bagaian perbagian tetapi komprehensif. buktinya manusia diajarkan untuk melihat fenomena alam yang terjadi saat bulan Ramadhan. hal itu dapat dilihat dengan perilaku sosial manusia saat bulan Ramadhan dan apabila kita melihat secara mendalam dan menganalisa lebih jauh fenomensa sosial ini sangat berhubungan dengan fenomena spiritual yang terjadi saat bulan Ramadhan. pengaruh kondisi spiritual inilah yang bisa membuat manusia dan masyarakat mersakan kedekatan dengan Allah SWT. jadi dapat disimpulkan bahwa dengan berpuasa pengetahuan manusia jadi bertambah.
Dan secara fisik, saya yakin puasa membuat kita lebih bugar. kita akan bahas hal ini di pertemuan selanjutnya.